Shoulder Bag Didominasi Tren Tas Musim Semi

July 09, 2020 0
Tren fashion terus berkembang. Apalagi memasuki musim semi 2020, tidak sedikit brand fashion dunia yang menghadirkan koleksi-koleksi terbarunya. Salah satunya brand tas asal new York yang turut mewarnai perkembangan industri tas dengan mengeluarkan koleksi shoulder bag.


Mengusung tagline Originals Go Their Own Way, Valencia Feby Sajuti, selaku Brand Associate Manager mengungkapkan, jenis tas ini memang sedang ngetren di pasaran. Pasalnya, shoulder bag bisa digunakan dengan barbagai macam gaya. Oleh sebab itu, kini pihaknya menyediakan berbagai ukuran shoulder bag.

"Apalagi orang-orang lebih suka membawa sedikit barang saat berpergian. Jadi, shoulder bag didesain untuk memuat essential things. Ini juga salah satu yang paling banyak digemari. Kami memprediksi, pada season 2020 ini, shoulder bag akan tetap intens di kalangan fashionista," terangnya di Surabaya, kemarin.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengeluarkan berbagai koleksi lainnya, seperti hutton rambler. Ada juga koleksi untuk pria seperti pacer backpack. Tak ketinggalan juga ada belt-bag yang mulai ngetren saat ini. "Beberapa koleksi ready to wear dengan koleksi dari kulit juga kami hadirkan. Kami menyediakan semua koleksi baik yang klasik, feminim, sampai maskulin," ujarnya.

Perpaduan warna eksotik dan color block pun turut mewarnai koleksi musim semi 2020. Beberapa yang diusung yakni pine green, aurora, dan ginger. "Warna-warnanya lebih ke arah refreshing untuk koleksi spring. Ada juga floral print di beberapa siluet. Karakteristik warnanya lebih solid, beberapa dikombinasi dengan signature," ujarnya.

Menurutnya, warna dan motif tersebut terinspirasi dari keindahan kota New York saat musim semi. Kesan fresh dengan warna yang warm and bright dimunculkan dalam koleksi kali ini. "Seperti warna ginger yaitu oranye yang lumayan pop up. Dipadukan dengan warna netral atau base agar tidak terlalu mencolok. Meski demikian kami tetap menghadirkan warna hitam dan putih," terangnya.

Selain itu, shoulder bag juga selalu menjadi fashion item yang menarik dengan desain yang sederhana. Bisa untuk kasual, bisa juga untuk formal. Desainnya yang sederhana ditambah dengan warna-warna yang cocok dipadukan berbagai busana.

Indian Food, Paduan Rempah Khas India dan Olahan Modern

July 09, 2020 0
Kuliner khas India tidak melulu tentang roti cane yang sudah lazim ditemukan di Indonesia. Masih banyak deretan makanan dari negara yang terkenal dengan sinema Bollywood-nya tersebut. Ada beragam sajian dengan cita rasa yang telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, namun tetap tidak meninggalkan rasa asli Indianya.


Kali ini ada enam menu kreasi Michelin Star Chef Manjunath Mural yang diusung di salah satu restoran baru di kawasan Embong Malang. Mulai Pani Puri Poppers, Vegetable Gunpowder Rendang, Butter Chicken Pot Pie, Biryani Rice, Gunpowder Nachos dan Qulfi Popsicle.

Semuanya merupakan modern Indian food. Hal ini dilakukan demi memenuhi persepsi orang Indonesia terhadap makanan India. "Jadi makanannya memang lebih ke zaman sekarang dengan ingredients yang lebih baru dan rasa-rasanya juga lebih masuk ke lidah orang Indonesia," terangnya di Surabaya, Jumat (21/2).

Seperti Pani Puri Poppers, makanan ini merupakan jajanan street food di India. Berbentuk bola-bola kecil dengan isian kentang dan ayam. Cara memakannya pun cukup unik. Setelah dituangi kuah tradisional dengan cita rasa fresh mint dan mango, jajanan ini harus dimakan dalam sekali lahap.

Selanjutnya ada Vegetables Gunpowder Rendang. Makanan ini menyajikan rasa rendang yang sama dengan makanan lokal di India. "Kami juga mengambil beberapa makanan yang sama rasa kemudian dikombinasi," ujarnya.

Cita rasa makanan ini juga lebih berat pada rasa kentang yang digunakan. "Orang Indonesia suka makan kentang. Jadi banyak variasi kentang. Selain itu juga ada Gunpowder Nachos. Sajian kentang dengan potongan daging sapi dan keju di atasnya. Jadi kombinasi makanan luar dan makanan India," jelasnya.

Selain tiga makanan di atas, ada makanan yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Yakni Biryani Rice, makanan klasik yang diinovasi lebih modern dengan rasa yang menyesuaikan dengan lidah orang-orang Indonesia.

Chef Mural juga menggunakan bumbu racikannya sendiri. "Rasanya juga lebih heavy," imbuhnya. Dalam semua makanan ini, Chef Mural selalu menggunakan kapulaga untuk membuat rasanya lebih ringan dan tidak terlalu pekat.

Latihan Balet untuk Anak, Boleh Dilakukan Setelah Usia 4 Tahun

July 09, 2020 0
Indahnya gerakan balet sering memberi inspirasi pada banyak orang tua untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah balet. Namun sebelumnya, ada yang perlu orang tua pahami, terutama umur yang tepat anak boleh berlatih balet.


Pasalnya, kadang orang tua ingin buru-buru mendaftarkan anak ke kelas balet karena ingin mereka belajar dari kecil agar terbiasa. Padahal, anak yang mulai berlatih balet dari usia yang terlalu muda bisa mengganggu pertumbuhan.

Hal ini disampaikan Principle Belle Ballet School Surabaya Aprillia Ekasari. "Oleh sebab itu, orang tua perlu mengetahui usia yang tepat untuk anak mulai berlatih balet," terangnya di Surabaya, kemarin.

Menurutnya, usia yang sesuai untuk anak mulai berlatih balet ketika sudah memasuki usia 4 tahun. Sedangkan latihan balet yang formal sebaiknya jangan dilakukan sebelum anak berusia 8 tahun. "Karena tulang anak masih terlalu lunak dan lemah untuk tuntutan fisik dari balet," katanya.

Namun demikian, bila ingin anak mulai terbiasa dengan balet terlebih dahulu, lebih lanjut Lia menyarankan, untuk mendaftarkan anak ke kelas prabalet. Biasanya kelas tersebut ditawarkan ke anak-anak berusia 4 – 8 tahun. "Tapi jangan memasukkan anak ke kelas prabalet di bawah usia 4 tahun karena masih belum bisa fokus," ujarnya.

Selain itu, di kelas prabalet, anak akan dilatih menguasai basic balet, yakni postur. "Sebenarnya di usia ini juga lebih mudah untuk melatih mereka. Terutama untuk membawa badan mereka agar posturnya terbentuk. Jadi lebih menekankan pentingnya postur tubuh yang benar," imbuhnya.

Selain itu, kelas prabalet biasanya dapat ditemukan di studio tari pribadi. Kelas-kelas ini pun lebih sederhana dari kelas balet pada umumnya. Anak akan didorong untuk bergerak mengelilingi ruangan dengan ritme dari berbagai gaya musik.

Beberapa kelas prabalet bahkan bisa memperkenalkan anak-anak pada lima posisi balet. "Biasanya di usia mereka juga sudah bisa dilatih untuk melakukan beberapa tarian, seperti Fairy Doll dan Blue Bird yang sesuai dengan cerita pilihan untuk anak-anak," pungkasnya.

Sanrio Characters Play House, Nostalgia Karakter Favorit Tahun 1990-an

July 09, 2020 0
Siapa yang tidak mengenal karakter Sanrio. Banyak anak-anak hingga dewasa yang masih tertarik dengan kelucuan mereka. Mulai hari ini, mereka yang tumbuh di tahun 1990-an bisa nostalgia dengan karakter Sanrio favoritnya.


Dalam rangka menyemarakkan kegiatannya, Lenmarc Mall Surabaya sengaja menyulap main atrium mereka menjadi Sanrio Characters Play House yang terkenal dengan aneka karakternya yang menggemaskan itu.

Marketing Communication Manager Lenmarc Mall Kukuk F. Soeharno menuturkan, rumah warna-warni itu terdiri dari delapan kamar untuk delapan karakter Sanrio yang berbeda-beda. Delapan rumah ini dibuat dengan konsep labirin. "Di setiap kamarnya ada macam-macam ikon Sanrio yang sudah melegenda," terangnya di Surabaya, Jumat (14/2).

Pengunjung memiliki waktu selama kurang lebih 45 menit untuk mengunjungi kamar Hello Kitty, yang kemudian dilanjutkan menuju kamar Gudetama, Pompompurin, Bad Badtz-Maru, Cinnamonroll, Kerokerokeropi, Little Twin Stars, dan yang terakhir My Melody. Disana, pengunjung juga akan dihibur oleh empat karakter Sanrio. "Ada Hello Kitty, My Melody, Cinnamonroll, dan Bad Badtz-Maru," ujarnya.

Delapan kamar yang masing-masing berukuran 5x5 meter ini juga dilengkapi dengan pernak-pernik khas karakter Sanrio yang menempatinya. Menurut Kukuk, Sanrio Characters Play House ini menjadi yang pertama dan terbesar di Surabaya.

Ditujukan untuk kaum milenial kekinian yang menyukai swafoto dan ingin mengetahui beragam karakter Sanrio. "Jadi tidak hanya untuk anak-anak, tapi untuk mereka yang dulunya menyukai karakter-karakter ini. Jadi bisa mengobati rasa kangen mereka, khususnya anak 90-an," pungkasnya.

Latih Motorik dan Kreativitas Anak dengan Lukis Topeng

July 09, 2020 0
Anak-anak tampak serius mengikuti face mask painting bertema hewan di Klaska Residence Marketing Gallery Surabaya. Tangan mereka dengan lihai memoleskan kuas pada topeng berwarna putih polos. Dengan perlahan kemudian menyapukan ujung kuas ke permukaan topeng dengan cat minyak berbagai warna, mulai dari merah muda, ungu, sampai hitam.


Kegiatan ini bertujuan mengajak anak-anak berkreasi serta melatih motorik. Creative Director The Monkey Stones Ayleen Regina menuturkan, kegiatan ini bermanfaat untuk melatih motorik halus anak. Menurutnya, hal ini sangat penting bagi mereka. Karena kegiatan ini juga bisa merangsang sense of art sang anak.

Dengan demikian, anak akan terlatih menciptakan sesuatu yang baru dan tidak takut membuat kesalahan. "Bentuk face mask-nya juga sederhana karena disesuaikan dengan usia anak. Kami pilih bentuk hewan seperti koala, gajah, dan kupu-kupu," terangnya di Surabaya, Jumat (14/2).

Cara membuatnya pun tak susah. Setelah anak memilih bentuk yang mereka suka, topeng tersebut bisa dilukis sesuka hati. Setelah selesai, langsung dikeringkan dan dihias menggunakan manik-manik agar tampilannya semakin cantik.

Tak sendirian, anak-anak tersebut ditemani oleh orang tua mereka. Ayleen mengatakan, orang tua berperan dalam mendampingi sang anak. "Yang harus diperhatikan, jangan sampai orang tua mengatur si anak. Biarkan mereka berkreasi memilih warna yang mereka suka," terangnya.

Salah satu orangtua yang ikut menemani, Amalia Haniman mengaku senang mengajak anaknya ikut acara tersebut. "Kegiatan ini bisa melatih motorik anak. Selain itu juga melatih bersosialisasi. Mereka juga bisa lebih berani berkumpul bersama banyak orang. Dari kecil, saya memang membiasakan anak untuk ikut berbagai acara," tutur ibu tiga anak ini.

Melalui kegiatan tersebut, ia juga berharap anaknya bisa mengekspresikan ide. "Anak saya terlibat senang. Saya juga mendukung dan ikut mengarahkannya mengikuti kegiatan positif seperti ini," tandasnya.

Busana Disko ala 90an, Usung Warna Gonjreng dan Cutting Hype

July 08, 2020 0
Busana disko ala 90'an memang tak ada matinya. Bahkan kini semakin dilirik oleh kalangan fashionista. Warna-warnanya yang gonjreng memberi kesan ekspresif pemakainya. Selain itu, dengan cutting yang hype juga membuat tampilan semakin standout.


Adalah desainer asal Surabaya Rodeo Pradani yang juga mengikuti tren kawula muda ini dengan meluncurkan koleksi terbaru bertajuk Jacquiet Series. Menghadirkan fashion hype model jaket, sweater, dan crop tee dengan warna-warna colourfull yang mendominasi.

Rodeo menyebut, kuning banyak dihadirkan. "Ini juga karena merupakan ciri khas dari Dududu Official, yellow forever," terangnya di Surabaya, kemarin.

Selain itu, masih ada warna-warna lain seperti ungu, merah, dan mint. Sementara, untuk cutting-nya sendiri lebih ke pakaian ready to wear seperti sweater, crop tee, dan outer yang dipadukan dengan jaket tipe 90'an yang hype abis.

Menurutnya, cutting tersebut membawa nuansa disko ala 90'an yang memberikan kesan ekspresif. "Warna yang gonjreng memberikan kesan yang mencolok mata. Alhasil, mudah diingat. Selain itu perpaduan warna yang bertabrakan terlihat unik," terangnya.

Kali ini, Rodeo memakai material parasit, tile, kain jaring, katun, dan polyester. Material tersebut menunjang konsep koleksi busana yang kasual namun tetap standout. "Untuk motifnya, saya menggambarkan bunga matahari dan bunga-bunga lainnya dengan warna cerah. Saya mengemasnya agar terlihat hype dengan tabrak warna. Lebih main ke warna-warna polos," urainya.

Menurutnya, busana ini cocok dikenakan oleh semua kalangan usia. Pasalnya, warna yang gonjreng dan colorfull cenderung membuat tampilan terlihat awet muda di usia tua. Apalagi tren tabrak warna ini sedang tren karena memberikan kesan yang manis dan fresh.

Kreasi Minuman Kekinian Padukan Boba dan Sereal Loops

July 08, 2020 0
Minuman boba tengah tren di kalangan anak muda. Tak ayal, kedai minuman yang menyajikan bola-bola kecil bertekstur kenyal ini mulai menjamur di berbagai tempat. Setiap kedai pun memberikan inovasi dalam menghadirkan minuman yang bercita rasa manis ini.


Salah satunya Selvi Djong, pemilik salah satu kedai minuman di Royal Plaza, yang membuat inovasi Ovaltine Brown Sugar Macchiato Loops. Minuman boba kreasinya menyuguhkan perpaduan rasa manis dari susu cokelat dan crunchy selai cokelat yang dilengkapi dengan rasa creamy dari macchiato.

Sajian ini pun semakin lengkap dengan taburan sereal loops yang berwarna-warni. "Minuman boba memang banyak, tapi tidak ada yang menyuguhkan sereal loops. Di sini saya mencoba membuat inovasi minuman baru untuk para pengemar cokelat," ujarnya di Surabaya, kemarin.

Meski dipadukan dengan sereal loops, minuman ini sama sekali tidak eneg. Selvi menyarankan untuk meminum langsung minuman boba dengan sereal loops-nya. "Idealnya langsung diminum, atau paling lama minumnya empat jam setelah dibuat," ujarnya.

Sedangkan cara membuatnya pun cukup mudah. Pertama, selai cokelat dioleskan pada gelas. Lalu tuangkan susu coklat, macchiato dan sereal loops di atasnya. Tak lupa boba jadi pemanis sajian ini. Inovasi Selvi Djong ini bisa menjadi salah satu referensi untuk para pecinta minuman boba, terutama buat penggemar cokelat. "Ini juga akan jadi menu utama di sini, bukan musiman lagi," imbuhnya.